Pengikut

Iklan

Iklan

Tokoh Muda menjadi Angin Segar Perpolitikan Bondowoso

Diposting oleh On Juli 30, 2020

Penulis: Eko Setia Budi

Selamat atas terpilihnya Mas Ady Kriesna sebagai nahkoda DPD Golkar Bondowoso 2020-2025. Semoga terpilihnya sampean menjadi akselerasi positif bagi pembangunan politik untuk jangka panjang, baik di internal Golkar maupun Bondowoso secara lebih luas.

Kehadiran tokoh2 muda yang menduduki posisi strategis di partai-partai "gajah" di Bondowoso tentu menjadi angin segar bagi kita semua. Saat ini kita tahu, ada Bung Sinung Sudrajad yang menjabat sekretaris DPC PDIP Bondowoso. Di PPP, juga menghadirkan beberapa tokoh muda yang mampu mewarnai dinamika politik, sebut saja Ning Ufa, Cak Sahlawi Zein atau pun Mas Syef yang menjabat Sekretaris DPC saat ini. Kiprah kaum muda ini juga tampak menonjol di partai lain, seperti Demokrat dengan adanya Mas Subangkit Adi Putra dan PAN dengan Mas Beni Ahmad Fajar sebagai nahkodanya.

Tanpa menegasikan kiprah politisi senior, kehadiran mereka tentu menjadi asupan bergizi bagi pembangunan Bondowoso ke depan. Sebagai kaum muda, tentu mereka ditantang untuk melahirkan gagasan2 gemilang serta solusi2 segar ke tengah masyarakat. Tenaga gesit serta kemampuan beradaptasi dengan kemajuan zaman yang super cepat, menjadi modal besar bagi mereka untuk bersaing dan bertanding membidani karya2 besar melalui jalur politik. Jika itu konsisten mereka lakukan, masyarakat tentu tak lagi segan memberikan tongkat estafet kepemimpinan Bondowoso kepada kaum muda.

*****

Kita semua tentu masih berharap, duet Kiai Salwa - Irwan (SABAR) mampu menuntaskan masa jabatan mereka dengan maksimal sekaligus mewujudkan janji2 politik semasa Pilkada lalu. Semua elemen masyarakat juga mesti bahu-membahu untuk itu. Meski sejauh ini belum banyak terasa terobosan2 dahsyat yang memungkinkan pembangunan Bondowoso melesat cepat. Bahkan dunia birokrasi yang menjadi lokomotif utama pembangunan, masih berkutat dengan hiruk pikuk rotasi jabatan yang tak kunjung usai hingga saat ini. "Kegelapan" biasanya hadir dalam suasana ketidakpastian.

Kondisi itu tentu "menghalalkan" munculnya wacana kira2 siapa yang bisa memimpin dengan baik Bondowoso ke depan. Meski pilkada masih sekitar 3 tahun lagi, tapi masyarakat boleh menimang-nimang pemimpin idamannya. Paling tidak, itu akan menjadi pendewasaan politik di akar rumput. Mereka tidak lagi diakrabi politik hanya lima tahun sekali. Mereka harus dibekali protofolio utuh pemimpin yg akan mereka pilih.

Kegemilangan PKB meraih kursi terbesar di legislatif bisa menjadi gambaran keinginan masyarakat terhadap komposisi kepemimpinan Bondowoso. Komposisi tua-muda maupun keterwakilan gender legislator PKB cukup imbang. Pak Ahmad Dhafir berhasil menyajikan komposisi kader yang benar2 sesuai dengan selera masyarakat. Komposisi tua-miua atau pun keterwakilan gender itu bisa dijadikan role model kepemimpinan Bondowoso ke depan.

Lantas, kalau di meja sampean terhidang DaFa, DaSi dan DaDy, sampean lebih suka yang mana?

PENULIS: Adalah aktivis Bondowoso yang banyak berkecimpung di kegiatan sosial masyarakat.


Ady Kriesna Terpilih Aklamasi Ketua DPD Golkar Bondowoso

Diposting oleh On Juli 28, 2020

Ady Kriesna (Ketua Terpilih), Yondrik (Ketua Panitia), dan Kukuh Rahardjo (Ketua Fraksi Golkar)

Selasa 27 Juli 2020, menjadi hari bersejarah bagi Partai Golkar Bondowoso. Ady Kriesna, terpilih menjadi Ketua DPRD Partai Golkar Bondowoso Periode 2020-2025. Pemuda yang juga Ketua AMPI Bondowoso itu, terpilih aklamasi.

Musda Partai Golkar Bondowoso ke X Dilaksanakan di Kantor DPD I Surabaya. Pesertanya adalah Pengurus Kecamatan (PK), Organisasi yang merupakan sayap Partai Golkar dan Ketua Demisioner.

Ketua Panitia Yondrik SH mengatakan, seluruh mekanisme dalam Musda Golkar ke X sudah dilaksanakan. Awalnya hendak dilaksanakan di Bondowoso. Namun karena perijinan, akhirnya pelaksanaan digelar di Kantor DPD 1 Surabaya. Seluruh perwakilan Pimpinan Kecamatan (PK), ormas sayap Golkar dan panitia berangkat ke Surabaya. Sekitar pukul 14.00 WIB dimulai. "Pleno satu, dua dan tiga sudah dilaksanakan. Akhirnya aklamasi," terangnya.

Ady Kriesna terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso. Sebelumnya ada dua orang yang mendaftarkan diri. Yakni Ady Kriesna dan Kukuh Rahardjo. Kukuh merupakan Ketua Fraksi Golkar sekaligus Ketua AMPG dan KNPI Bondowoso.

Ternyata dalam forum, tidak ada pemilihan. Forum bersepakat untuk aklamasi. Sehingga suara langsung diberikan kepada Ady Kriesna.

Setelah terpilih ketua DPD baru, berikutnya dibentuklah tim formatur. Terdiri dari lima orang. Ketua terpilih, perwakilan PK dua orang, dan perwakilan organisasi sayap Golkar dua orang. Merekalah yang akan menentukan formasi kepengurusan. "Mulai sekretaris ke bawah," jelasnya.

Setelah dibentuk berikutnya akan dilakukan pelantikan pengurus DPD Golkar Periode 2020-2025.

 

Penulis: Rizky

Editor: Soleh


Guru Diharapkan Bisa Dorong Murid Secara Holistik

Diposting oleh On Juli 17, 2020

Foto Saat Webinar Keempat Sesi II Yang digelar pada Rabu 15 Juli 2020

BONDOWOSO – Guru diharapkan bisa mendorong tumbuh kembang murid secara holistik. Yakni bisa mendorong profil pelajar pancasila, dan bisa menjadi pelatih  atau mentor bukan hanya pada murid melainkan juga sesama guru.

Demikian dilontarkan oleh Masfufah, Praktisi Pendidikan Jawa Timur dalam Webinar Nasional bertema "Sikap dan Perilaku Positif Menuju Adaptasi Pembiasaan Baru", Rabu (15/7/2020).

Berkaitan dengan itu, kata Masfufah, maka penting untuk guru bisa mendorong merdeka belajar. Dimana jika mengutip dari  Mentri Pendidikan, tentang merdeka belajar, bahwa di dunia sekarang dan yang akan datang keseragaman bukan suatu hal yang meningkatkan kualitas. Merdeka belajar saat ini tentang kemampuan menalar, problem solving, critical thinking, kolaborasi, inovasi, dan kreativitas,

"Jadi bukan hanya kemampuan menghafal,"katanya.

Sehingga esensi pembelajarannya adalah aktif learning. Yakni banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya. Dimana, murid dan guru bersama-sama sejajar melalui proses pembelajaran.

"Teacher as a coach. Atau guru sebagai coach,"tuturnya.

Anita Untoro, Head Of Human Capit PT. Intiland Grade menjelaskan bahwa seorang guru penting untuk bisa memahami coaching. Karena disebutnya, coaching itu memiliki dampak terhadap produktivitas, kinerja, time management, serta tim yang lebih bagus.

"Bisa juga meningkatkan positif mindset orang-orang. Seperti rasa percaya diri, komunikasi, discover potential, serta komitmen para guru,"ujar wanita yang juga merupakan Founder Finita Learning Center.

Dinilainya, coaching itu lebih powerfull dibanding dengan control terhadap para murid. Karena, murid bisa belajar lebih efektif, dan dimungkinkan untuk lebih memiliki mental yang positif.

"Baik juga untuk membentuk mentality positif,"pungkasnya.

Penulis: Sinca Ari P

Editor: Rizky


Pagi Ini LPKIPI Gelar Webinar LPKIPI, Saksikan di Youtube Channel LPKIPI

Diposting oleh On Juli 15, 2020


Pagi ini, LPKIPI bersama UNICEF kembali gelar Webinar. Dimulai pukul 9.00 WIB. Masyarakat luas bisa mengikuti di channel YouTube LPKIPI.  Webinar kali ini adalah sesi ke II. Setelah sesi I yang dilaksanakan pada 30 Juni 2020.

Tema Besarnya ‘Mendidik dengan Teknik Coaching Untuk Membangun Pribadi Siswa yang Merdeka Belajar’.

Pemateri Utamanya adalah Anita Untoro Fouder Finita Learning Center. Pada sesi I, pemateri membahas tema ‘Mendidik Anak Bahagia untuk Menjadi Guru Penggerak’. Para peserta pada sesi I sangat antusias.

Anita Untoro saat itu membahas bagaimana mendidik dengan bahagia. Menekankan sisi berpikir yang konstruktir. Sebab ada hormon bahagia dalam diri seseorang.

“Kenapa di dunia ada orang yang sukses dan yang gagal. Misalnya ada orang yang terlihat optimis, happy. Namun ada orang yang terlihat posimis dan tidak happy. Ini terjadi karena outcome yang berbeda. Bagaimana kita merespon hidup kita. Kita tidak bisa mengontrol apapun yang terjadi dalam hidup. Namun bagaimana meresponnya,” katanya.

Pagi ini, kita bisa menyaksikan siaran langsung webinar kembali. Jangan sampai ketinggalan. Klik dibawah ini.


 

Penulis: Slamet

Editor : Solih


Kepala Bappeda Jatim Meninggal Karena Covid-19

Diposting oleh On Juli 15, 2020

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pemberian penghargaan pada Rudy, sebelum wafat.

JAWA TIMUR - Duka mendalam dirasakan keluarga besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas berpulangnya Kepala Bappeda Jawa Timur Rudy Ermawan Yulianto, Selasa (14 Juli 2020).

Sosok ASN penuh dedikasi tersebut gugur akibat terpapar covid-19. Rudy Ermawan Yulianto diketahui adalah sosok pejabat penuh tanggung jawab dan telah memberikan yang terbaik bagi  Jawa Timur.

Rudy diketahui mulai dirawat di RS Darmo pada tanggal 5-7 Juli 2020 dan kemudian dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif ke RSUD Dr Soetomo hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir Selasa 14 Juli 2020 pukul 19.56 WIB.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam. Ia menyampaikan bahwa sosok almarhum adalah salah satu ASN terbaik yang dimiliki Pemprov Jatim. Almarhum juga berperan aktif dalam penanganan covid-19 di Jawa Timur seiring masuknya almarhum dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, kita semua berduka, keluarga besar Pemprov Jatim berduka. Teman kita, saudara kita Pak Rudy telah dipanggil ke haribaan Allah SWT. Semoga Allah mengampuni segala khilaf beliau, dan semua amal baiknya diterima oleh Allah SWT,” kata Gubernur Khofifah, malam.

Dikatakan Gubernur Khofifah, almarhum yang juga mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya ini diketahui terpapar covid-19 setelah mengantarkan sang ayah yang sedang berobat. Setelah diswab ternyata sang ayah positif terkonfirmasi covid-19.

Sang ayah diketahui meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Almarhum Rudy kemudian menjalani tes swab dan terdeteksi positif terinfeksi covid-19.

Selama dirawat secara intensif di rumah sakit Gubernur Khofifah secara khusus juga mengajak  seluruh OPD untuk  doa  bersama yang  ditujukan untuk kesembuhan dan  kebaikan  Almarhum .

Begitu kabar duka wafatnya almarhum diterima, pihaknya juga segera meminta agar ada tahlilan dan salat ghoib bersama di Musholla Grahadi untuk almarhum, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Saat ini kita sedang tahlilan dan salat ghoib di musholla  Grahadi. Kami ingin agar ada salat ghoib di sana karena beliau yang tahun lalu ikut merenovasi musholla  tersebut,” imbuh Khofifah.

Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengusulkan kenaikan pangkat istimewa kepada Almarhum melalui BKN.

Hal ini dilakukan sebagai Penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasanya dan pengabdian selama ini sebagai seorang ASN Pemprov Jatim terbaik termasuk Almarhum ikut dalam penanganan Pencegahan covid 19 di Jawa Timur.

Pasalnya almarhum adalah orang yang berperan aktif dalam penyiapan RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya dan juga yang turun langsung dalam penambahan dan renovasi ruangan rawat pasien covid-19 di RSUD Dr Soetomo.

Selain itu juga pada almarhum juga akan diberikan penghargaan kehormatan lencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jer Basuki Mawa Beya atas dedikasinya dan kerja kerasnya selama ini bagi Jawa Timur. Selamat jalan saudaraku. Insya Allah dipanggil dalam keadaan husnul khotimah. Amin.

Penulis : Rizki


Sejarah Pendidikan Inklusi di Bondowoso

Diposting oleh On Juli 14, 2020

Arumi Bachsin bersama Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 8 Agustus 2019

United Nations Children’s Fund (UNICEF) hadir di Indonesia untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak anak. Di Jawa Timur, UNICEF menggandeng LPKIPI. Yakni Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia.

Selama ini, LPKIPI mengawali pembangunan Pendidikan Inklusi di Bondowoso. Sebelumnya LPKIPI bersama Unicef telah sukses mengembangkan pendidikan inklusi di Pasuruan. Pemerintah Pasuruan sampai membuat Perda tentang Inklusi. Saat perekrutan PNS, ada formasi, Guru Pendamping Khusus (GPK).

Kesuksesan  itu, lantas diinisiasi di Bondowoso. Pada 2016, LPKIPI bersama Unicef bersinergi dengan Pemkab Bondowoso untuk membangun Pendidikan Inklusi. Pada 27 Desember 2017, Pemkab Bondowoso melaunching Bondowoso Ramah Pendidikan Inklusi (RAPI).

Usai dilaunching, ada Pokja Inklusi di Bondowoso. Pokja ini terdiri dari berbagai stakeholder. Membahas berbagai hal strategis tentang Pendidikan Inklusi.

“Setiap anak yang lahir berhak mendapatkan pendidikan di sekolah yang berstandar baik, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus (ABK) dan berbakat istimewa. Selama ini ABK belum mendapatkan hak pendidikannya secara penuh karena masih terganjal sistem pendidikan yang eksklusif. Selama ini kita tahu bahwa seorang anak difabel dan berkebutuhan khusus hanya diperkenankan bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang letaknya hanya di kota. Sedangkan banyak difabel dan ABK yang juga ada di desa dan belum menerima pendidikan seperti manusia pada umumnya. Dengan pendidikan inklusif, seluruh nya bisa tersentuh,” kata Amin Said Husni, Bupati Bondowoso kala itu.

Dua tahun berselang, Bupati Bondowoso berganti ke Drs KH Salwa Arifin. LPKIPI bersama Unicef terus mengawal pendidikan Inklusi. Pada 8 Agustus 2019, ada Festival Inklusi. Istri Wakil Gubernur Jatim Arumi Bachsin hadir langsung. Ia mengapresiasi Unicef, LPKIPI dan Pemkab Bondowoso yang telah mengembangkan pendidikan inklusi.

Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elistiono Dardak ini hadir bersama Kepala Kantor UNICEF Jawa Ari Rukmantara. Menurut Arumi, seluruh lapisan masyarakat harus turut serta mengkampanyekan Pendidikan Inklusif. Hal itu penting untuk memastikan akses dan kualitas pendidikan bagi setiap anak. Termasuk anak dengan disabilitas. “Mau yang laki-laki, mau yang perempuan, mau yang disabilitas, semuanya memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.

 

Ketua LPKIPI Lutfi Firdausi saat memberikan arahan kepada para guru tentang penerapan pendidikan Kurikulum Inklusi, 21 Desember 2019

Menurutnya baik dilingkungan keluarga, masyarakat, dunia usaha sampai pemerintah harus memperhatikan hak-hak anak. Tanpa diskriminasi dan tanpa membeda-bedakan. Termasuk memastikan seluruh anak di Bondowoso mendapatkan pendidikan yang baik. Di kota maupun di desa.

Berbicara inklusi, tidak terlepas dari anak-anak disabilitas. Mereka bukanlah anak-anak yang memiliki kekurangan, namun mereka adalah anak-anak yang spesial. Mereka diberikan spesial oleh Allah SWT dengan dilahirkan dalam keadaan spesial. Kebanyakan, anak memiliki disabilitas pada posisi A, namun biasanya mereka memiliki indra yang sangat bagus disisi lain.

Kepala Kantor UNICEF Jawa Ari Rukmantara mengatakan, sejak 2017 Pemkab Bondowoso berupaya mewujudkan komitmen sebagai Kabupaten Layak Anak. Pembenahan berbagai sektor terus dilakukan. Termasuk memastikan akses dan kualitas dalam sektor pendidikan. Dalam upaya memastikan akses dan kualitas pendidikan bagi setiap anak, termasuk anak dengan disabilitas,s ejak 2016 Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Ditjen Dikdasmen, bekerjasama dengan Unicef. Mitra pelaksana Lembaga Pelatihan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) dan Pemkab Bondowoso.


Penulis: Slamet

Editor: Rizky

 


Bupati Jember dr Faida MMR Pantau UTBK Universitas Jember

Diposting oleh On Juli 05, 2020

Bupati dr. Faida, MMR bersama Rektor Unej Iwan Taruna

Universitas Negeri Jember (Unej) memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, (Minggu , 5 Juli 2020). Bertempat di Pusat UTBK Universitas Jember. Pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang langsung melihat dari dekat pelaksanaan UTBK sesi pertama di hari pertama bersama jajaran Forkompimda Jember. Ada dua lokasi UTBK yang dikunjungi oleh Bupati Jember, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Kedokteran (5/7). Dalam kesempatan ini Bupati Jember menilai Pusat UTBK Universitas Jember telah menjalankan semua prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mulai dari peserta datang, mengikuti ujian hingga peserta meninggalkan lokasi Pusat UTBK. 

“Hari ini saya bersama bersama Komandan Kodim 0824 dan perwakilan Polres Jember  melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan UTBK di Pusat UTBK Universitas Jember, dan alhamdulillah berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-29 Jember. Kami berharap, hingga hari terakhir pelaksanaan UTBK nanti juga akan berjalan dengan lancar,” jelas dr. Faida, MMR., saat memberikan penjelasan di lokasi UTBK di Fakultas Kedokteran.

Sementara itu menurut Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember, keberhasilan pelaksanaan UTBK di Kampus Tegalboto tidak lepas dari kerjasama yang baik antara Universitas Jember dengan Pemkab Jember. “Tim Pos Covid Universitas Jember telah berkomunikasi secara intens dengan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jember guna merumuskan tahapan apa saja yang harus dilakukan selama pelaksanaan UTBK. Prinsipnya kita mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta bersama panitia,” tutur Iwan Taruna. 
Diperiksa Ketat Mulai Pintu Terluar


Protokol kesehatan yang diterapkan diantaranya, pemeriksaan suhu tubuh dan hasil rapid test bagi peserta UTBK, semenjak mereka memasuki kawasan Kampus Tegalboto. Setibanya di lokasi UTBK maka peserta masuk ke ruang transit untuk kembali diperiksa kelengkapan berkas administrasi dan pengukuran suhu tubuh untuk kedua kalinya. Selama UTBK berlangsung, para pengantar pun tidak boleh menunggu di kawasan Kampus Tegalboto. Pusat UTBK Universitas Jember menyiapkan 18 ruang UTBK yang mampu menampung 360 peserta pada setiap sesinya, dimana setiap harinya  ada dua sesi UTBK. Total ada 12.081 peserta yang akan mengikuti UTBK di Universitas Jember. Tahap pertama UTBK berlangsung dari tanggal 5 Juli hingga 14 Juli 2020, sementara tahap kedua akan diadakan pada tanggal 20 Juli hingga 29 Juli 2020.    


Sementara itu menurut Rokhmad Hidayanto, Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember, terdapat 22 peserta yang absen pada sesi pertama hari pertama pelaksanaan UTBK. “Sekali lagi kami menghimbau bagi semua peserta UTBK agar tetap menjaga kesehatan agar benar-benar fit saat menjalani UTBK. Jika ada permasalahan segera hubungi Pusat UTBK atau kami di Humas Universitas Jember,” kata Rokhmad Hidayanto. (red)

Guru Harus Seperti Pelaut

Diposting oleh On Juli 01, 2020

Anita Untoro, saat Webinar Series 4 Sesi I yang diadakan LPKIPI pada 30 Juni 2020 

WEBINER LPKIPI SERIES 4 - Lembaga Pelatihan dan Konsultan Inovasi Pendidikan Indonesia (LPKIPI) terus menggelar webinar. Webinar ke-4 digelar dua sesi. Sesi pertama diadakan 30 Juni 2020. Anita Untoro, Head of Human Capital PT Intiland Grande menjadi pemateri tunggal. Pembahasannya tentang sikap dan perilaku positif menuju adaptasi pembiasaan baru. Pada sesi pertama ini, fokus diskusinya tentang mendidik dengan bahagia untuk menjadi Guru Penggerak.

Anita Untoro yang merupakan fouder Finita Learning Center tersebut menegaskan, jika diibaratkan pelaut, saat ini ada badai. Badai itu bernama Pandemi Covid-19. Namun pelaut bisa selamat ketika bisa menguasai kapalnya, maka pelaut bisa melewati badai. “Pelaut itu kelebihannya menguasai kapalnya. Maka menguasi kapal itu adalah kewajiban. Begitu juga guru, harus menguasai seluruh anak didiknya,” jelasnya.

Anak didik tentunya ada yang berkebutuhan normal dan anak berkebutuhan khusus. Seorang guru tidak bisa memaksakan keinginan agar siswa harus seperti seorang guru tersebut. Namun yang bisa dilakukan adalah menyelami kemampuan siswa dan mengarahkannya.

Lebih jauh, Anita Untoro menggambarkan adanya hormon kebahagiaan. Otak manusia dibentuk dari motorik yang memunculkan emosi. Emoasi inilah yang harus dikuasai. Misalnya ketika seseorang sedang marah, akui saja. Lantas intervensi. Pun ketika melihat seseorang marah, maka otak akan cenderung merespon hal yang sama. “Karenanya ada satu rumusah, kalau menghadapi orang lain, maka kita harus mengakses emosi kita dua level diatasnya,” ujarnya.

Tuhan menciptakan Hormon Kebahagiaan. Ada empat hormon. Yakni dopamin yang berfungsi memunculkan emosi untuk terus belajar. Oxtocin adalah hormon cinta, rasa percaya, dan anti stress. Serotonin adalah hormon untuk rasa percaya. “Rasa percaya diri dan merasa diakui,” paparnya. Keempat adalah endorpin.


Bisa memunculkan rasa sukur, yang juga mengurangi rasa sakit, memunculkan rasa bermanfaat. Semua itu bisa dimunculkan oleh seseorang. Hanya perlu manajemen saja.

Perlu anda sekalian tahun, dalam diskusi itu Masfufah, Praktisi Pendidikan Inklusi Yayasan Matahati berlaku sebagai Moderator. Sedangkan ada dua orang dari Komunitas Akar Tuli Malang, Jawa Timur yang menjadi penerjemah bahasa isyarat. Yakni Ramadhany Rahmi & Yanda Maria Elsera Sinaga.

Penulis : Slamet R

Editor : Solih

 


Pasien Covid-19 di RSUD Soetomo Mencapai 1.097

Diposting oleh On Juli 01, 2020


Surabaya - 30 Juni 2020 Ketua Gugus Tugas Kuratif Penanganan Covid-19 Prov. Jatim, dr. Joni Wahyuhadi menegaskan bahwa jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya mencapai 1.097 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 pasien atau 79 persennya adalah warga Kota Surabaya. Sedang sisanya, 232 pasien atau 21 persennya berasal dari luar Kota Pahlawan, seperti dari beberapa daerah di Jatim, Jateng, Jabar sampai Maluku.

“Dari masyarakat Jatim yang terbanyak adalah dari Surabaya. Yaitu dari 1.097 itu 865 orang atau 79 persen itu orang Surabaya. Non Surabaya sebanyak 21 persen,” jelas dr. Joni Wahyuhadi saat Konferensi Pers Update Kasus Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/6) malam.

Joni menjelaskan, utilitas ruangan isolasi pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo telah disiapkan 232 bed. Jumlah tersebut telah terisi 232 pasien.

“Ini pembagiannya ada di ICU, ada yang di HCU, dan ada yang di low care unit. Kami berharap tidak ada gelombang kedua atau second wave,” kata Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Mengenai ketersediaan alat pelindung diri (APD) di RSUD Dr Soetomo Surabaya sendiri stoknya aman. Masker bedahnya mencapai 156 ribu.

“Kebijakannya kami tidak mau menyimpan di gudang terlalu banyak. Karena kalau disimpan di gudang terlalu banyak, bisa berisiko. Risiko hilang, terbakar. Jadi kalau mau habis atau persediaan menipis, kami beli atau minta ke Gugus Tugas Pusat, mengirim surat ke Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Joni menuturkan, RSUD dr. Soetomo juga banyak menerima sumbangan. Semua sumbangan bisa diterima sesuai dengan aturan.

“Semua sumbangan itu kita catat dan oleh KPK minta diupload. Kita upload dengan perkiraan harganya,” katanya.

RSUD Soetomo Sambut Tangan Terbuka Pemkot Surabaya

Pada kesempatan yang sama, Joni mengatakan, RSUD dr. Soetomo selalu menerima Pemkot Surabaya dengan baik. Bahkan, pihaknya juga menerima dengan tangan terbuka.

"Sebelumnya koordinasi telah dilakukan terkait permasalahan Covid-19 dan tracing. Bahkan telah melakukan pertemuan Kadinkes Kota Surabaya pada tanggal 22 Juni 2020," ujar dr. Joni.

Lebih lanjut Joni menegaskan, RSUD dr. Soetomo sendiri sangat terbuka bagi siapapun, termasuk Pemkot Surabaya. Buktinya, rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut telah mengirimkan dr. Soedarsono selaku Ketua Tim Pinere RSUD dr. Soetomo bersama dengan tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jatim berkunjung ke  Pemkot Surabaya, Senin (29/6).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah koordinasi dengan yang baik dan terbuka. Terutama dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Surabaya.

"Kami sudah melakukan itu," sebut Joni.

Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin dinilai tak melakukan koordinasi. Terutama dengan Pemkot Surabaya.

"Kita tetep dekat di hati antara Soetomo dengan Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya. Satu bahasa Satu Rasa dalam menyelesaikan ini sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi," tegasnya.

Sementara terkait perkembangan Covid-19 di Jatim sendiri, Joni menyampaikan bahwa update per Senin (29/6), jumlah tambahan kasus terkonfirmasi positif mencapai 240 pasien. Sehingga total pasien terkonfirmasi positif di Jatim mencapai 11.795 orang.

Untuk pasien sembuh sendiri bertambah 121 orang. Sehingga jumlahnya mencapai 4.012 orang atau 34,01 persen. Sedang jumlah pasien yang meninggal mencapai 896 orang atau 7,60 persen.

Jumlah pasien dengan pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 10.535 orang. Orang dengan pemantauan (ODP) mencapai 29.477 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 162.692 orang. Sementara dari jumlah tersebut, kasus positif Covid-19 di Surabaya sendiri mencapai 5.605 orang. (red)


Pemenuhan Hak Anak Menjadi Tanggung Jawab Semua sebagai Kolaborasi Tanpa Batas

Diposting oleh On Juni 25, 2020

Dr. Supriyono Subakir Konsultan Pendidikan Unicef , saat Webinar Series 3 yang diadakan LPKIPI

WEBINAR LPKIPI SERIES 3 - Setiap anak memiliki hak terhadap pemenuhan pendidik. Diantaranya yakni pemenuhan pendidikan tanpa diskriminasi, pendidikan inklusif, serta pendidikan untuk semua.

Sadar akan hal tersebut itulah, Unicef dan LPKIPI (Lembaga Pelatihan, Konsultasi Inovasi Pendidikan Indonesia) memberikan perhatian serius dalam realiasi pemenuhan hak pendidikan inklusif.

Demikian diterangkan oleh Dr. Supriyono Subakir Konsultan Pendidikan Unicef untuk kantor Jawa  dalam diskusi Webinar  bertajuk, “Memastikan Setiap Anak Belajar di Masa Pandemi” Rabu (20/6/2020).

Ia menerangkan dalam realiasisasinya telah dibentuk program penjas adaptif, yakni bagaimana semua anak bisa bekerja bersama-sama. Mulai dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) hingga anak lainnya. Sehingga bisa mereka bisa saling memenuhi haknya.

Program tersebut telah dilaksanakan kerjasama antara Unicef, LPKIPI bersama Pemerintah Daerah Bondowoso dan Pasuruan. Dan empat kabupaten di Jawa Tengah.

“Unicef memiliki fungsi mengisi kekurangan yang ada diantara apa yang sudah dilakukan pemerintah. Dan kita sejalan dengan pemerintah untuk bisa melakukan pendidikan kepada anak dengan sebaik-baiknya,”jelasnya.

Di sisi lain, kata Subakir, bahwa dalam pemenuhan hak anak secara inklusif harus memperhatikan sejumlah prinsip.

Seperti, prinsip sikap positif dan kebinekaan.  Karenanya, jangan sampai pemenuhan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), anak terpinggirkan, beda suku menjadi suatu beban.

“Siapa pun datang kesini kita berikan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya,”kata Subakir.

 

Kemudian, prinsip dalam inklusif adalah interaktif dan promotif. Yakni membangun kebanggaan bagi semua dalam memberikan pelayanan pendidikan.

Tak kalah penting, prinsip tentang capaian akademik dan sosial.

“Jadi kalau bapak ibu sebagi guru, jangan lupakan akademik. Akademiknya sesuai dengan kapasitasnyam sesuai dengan kemampuannya. Jangan dipaksakan. Ini yang kadang-kadang masih ada,”jelasnya

Selanjutnya yakni tentang pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kondisi. Jadi tak bisa menyamaratakan pembalajaran dari Sabang sampai Merauke.

“kemampuan dan lingkungan berbeda. Sehingga perlu diadaptasikan,”jelasnya.

Selain itu, prinsip layanan inklusif juga perlu memperhatikan konsultatif dan adaptif, hubungan kemitraan, belajar dan berpikir independent atau merdeka belajar.

“Merdeka belajar yakni belajar sesuai dengan ritme belajarnya. Yakni belajar sepanjang hayat,”imbuhnya.

Ia menerangkan dalam prakteknya untuk mendukung pemenuhan hak anak menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai dari orang tua, masyarakat, guru, kepala sekolah, pengawas  pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, bahkan sesama anak.

“Ini adalah kolaborasi tanpa batas. Siapapun  berkewajiban untuk memenuhi dalam memenuhi hak anak,”ujarnya dihadapan 450 peserta zooming yang berlangsung dua jam itu.

 

Penulis : Sinca Ari P

Editor : Rizky


Cara STD Peringati Haul Bung Karno di Bondowoso

Diposting oleh On Juni 22, 2020


Bondowoso - Memperingati Bulan Bung Karno yang juga bertepatan dengan Hari Lahir Bung Karno, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita bersama Relawan Satu Tumpah Darah (STD) Bondowoso menggelar bakti sosial dan tasyakuran bersama warga.

Tak tanggung-tanggung, baksos bagi-bagi sekitar 1.500 masker itu dilakukan disejumlah lokasi antara lain, Bundaran Nangkaan, Pasar Maesan, Pasar Tamanan, Kampung Tangguh Dusun Kidul Sawah Desa Tamanan, serta Kampung Tangguh Desa Alas Sumur. Acara Haul Bung Karno digelar di Desa Wisata Almour Alas Sumur. 


Reko Wariandono, warga Kidul Sawah Tamanan yang mendapat bantuan masker mengucapkan terimakasih atas bantuan Sonny T Danaparamita terhadap warga setempat. "Masker ini sangat berguna bagi warga kami dalam menghadapi pandemi covid 19. Kami juga mengucapakan selamat ulang tahun kepada Presiden Jokowi ke-59  semoga bapak presiden panjang umur dan sehat selalu dalam memimpin rakyat bangsa Indonesia, ujar reko yang juga merukapan Relawan STD sekaligus Ketua kampung tangguh tersebut. 

Hal yang sama juga disampaikan Totok Hariyanto, Kepala Desa Alas Sumur. "Ini suatu kehormatan bagi desa kami beketempatan Haul Bung Karno dan ulang tahun Presiden RI Pak Jokowi. Dan kebetulan saya dan keluarga adalah pengagum Bung Karno," ucap Totok. 

Pihaknya juga menyampaikan berterima kasih kepada Anggota DPR RI Sonny T Danaparamita dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi VI yang menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat saat pandemi corona.


Abdul Mutholib selaku Relawan STD dan Ketua Panitia Haul Bung Karno dan Ulang Tahun Presiden RI Jokowi mengatakan, bangga sekali ditunjuk dan dipercaya oleh kawan-kawan Relawan STD sebagai Panitia Kegiatan
Acara sosok pemimpin bangsa  Indonesia ini.

"Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi warga disini," ujar Thalib. (red)

Orang Tua Turut Berperan Memastikan Anak Belajar di Masa Pandemi

Diposting oleh On Juni 21, 2020

Dr. Pinky Saptandari, Ketua Badan Koordinasi, Kegiatan  Kesejahteraan, Sosial (BKKS)

LPKIPI – Semua pihak diharapkan turut serta dalam memastikan belajar anak di tengah pandemi Covid-19. Utamanya orang tua  yang diharapkan juga turut turun tangan berperan dalam mengadaptasi kebiasaan baru sebagaimana yang digaungkan oleh pemerintah. 

Terlebih jika mengutip apa yang pernah disampaikan oleh RA Kartini. Bahwa sekolah saja tidak cukup untuk membentuk pikiran dan perasaan manusia. Rumah pun harus ikut mendidik.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Pinky Saptandari, Ketua Badan Koordinasi, Kegiatan  Kesejahteraan, Sosial (BKKS), dalam diskusi Webinar yang diselenggarakan oleh Unicef dan LPKIPI secara virtual, Rabu (24/6/2020), dengan mengutip dari apa yang disampaikan oleh RA Kartini.

Ia melanjutkan, bahwa selama sebelum pandemi Covid-19 urusan pendidikan hanya urusan sekolah. Namun, kini justru di tengah virus Corona, anak-anak diminta belajar di rumah. Karena itulah, orang tua harus ikut berperan.

“Ternyata ibu RA Kartini sudah mengingatkan kita semua, rumah pun juga harus ikut mendidik. Dan sekarang kita lakukan bukan karena keinginan, tapi keterpaksaan. Mudah-mudahan ini menjadi kesadaran baru,”tuturnya.

Karena itulah, Pinky mengajak semua pihak menjadi bagian dari adaptasi kebiasaan baru yang dilakukan secara inklusi. Sebagai pembelajaran bersama dalam mengukir sejarah kebangkitan Indonesia kembali menjadi bangsa yang kuat  berdaulat, dan bermartabat.

“Mari kita dorong, kiat kuatkan kemapuan kita bersama secara inklusi ini bisa menjadi catatan sejarah bangsa Indonesia,”pungkasnya. 


Penulis : Sinca Ari P

Editor : Rizky


Webinar LKPIKI Ke-3, Diikuti Lebih 500 Orang Se-Nusantara

Diposting oleh On Juni 21, 2020

LPKIPI saat menggelar webinar nasional seri 3. Webinar ini diikuti 500 orang lebih se nusantara.

Lembaga Pelatihan dan Konsultan ‘Inovasi Pendidikan Indonesia’ (LPKIPI) mengadakan webinar Pendidikan Inklusif saat Pandemi Covid-19. Sudah tiga kali webinar dilakukan. Beberapa tema yang diangkat sangat menarik. Dan akan terus dilakukan webinar sesi berikutnya.

Terakhir Webinar dilakukan Rabu 17 Juni 2020. Dengan tema ‘Memastikan Setiap Anaka Belajar di Masa Pandemi’. Ada tiga pemateri yang terlibat. Pertama, Innik Hikmatin, SPd MPd.I, Kepala UPT Resource Centre Dinas Pendidikan Kab. Gresik Jawa Timur.

Kedua adalah Dr Pinky Saptandari Dra., MA Ketua Umum BK3S Jawa Timur. Ketiga adalah Dr Supriono Subakir, Konsultan Unicef Indonesia.

Diskusi ini dipandu Candra Padmasyasti, Tim Inklusi LPKIPI. Uniknya, webinar ini dilengkapi bahasa isyarat oleh Yanda Maria Elsera Sinaga, Komunitas Akar Tuli Malang Jawa Timur. Sehingga memungkinkan peserta yang tuli, mengikuti webinar.

Webinar ini diikuti lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. 

Penulis : Slamet

Editor : Solih

 


Pandemi Corona Tak Halangi Kreasi

Diposting oleh On Juni 14, 2020


KREATIFITAS siswa-siswi SMKN 1 Tlogosari terus terbangun ditengah Pandemi Corona Virus Diseases (Covid-19). Terbukti, berbagai produk dihasilkan para siswa-siswinya. Seperti kripik tape, kripik nangka, banana choco chip, jamur krispy, edamame sampai kopi luwak dan robusta. 

Kepala Program Studi APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) Atik Oktarini STP mengatakan, berbagai produk itu terus diproduksi walau ditengah Pandemi covid-19. Dengan catatan pengolahannya seluruh guru dan siswa memakai Alat Pelindung Diri (APD). “Kami ikuti prosedur pemerintah saat pandemi COVID, dengan terus berkreatifitas,” tuturnya.


Atik mengelola APHP bersama Eny Mulyaningsih STP. Mereka menginisiasi produk tersebut dengan para siswa. Hasilnya dipasarkan melalui online dan relasi SMKN 1 Tlogosari. Semangatnya adalah menelurkan bibit-bibit wirausaha pada seluru siswa. Dengan learning by doing. Siswa belajar mengolah, membungkus yang baik dan markatable sampai melakukan pemasaran sendiri.


Sehingga para siswa lulusan SMKN 1 Tlogosari benar-benar memiliki bekal yang kuat dalam bidang APHP. Mulai pengelolaan hulu sampai pengelolaan hilir. (riz)


Melon Golden Ditanam Diatas Paving

Diposting oleh On Juni 14, 2020



MELON Golden Hidroponik. Inilah Melon yang tengah dikembangkan SMKN 1 Tlogosari, Bondowoso. Melon ini bentuknya sangat cantik. Ditanam di halaman sekolah dengan media tanam sabut kelapa. Uniknya ditanam diatas paving. Namun ada polybagnya. Disetiap plastik polybag, terdapat selang untuk mentransfer air. 

Sistem pengairannya menggunakan fertigasi tetes. Sistem ini memiliki keunggulan tidak membuat kotor. Selain itu penggunaan air dan pestisidanya juga bisa diminimalisir. Sebab jadwal pengairannya telah diatur besamaan dengan jadwal pemberian nutrisi.

SIMAK VIDEO NYA DI LINK DIATAS

Masa panennya bekisar 65-70 hari. Setiap bijinya memiliki bobot antara 2-3 kg. Sedangkan dipasaran, harga perkilogramnya mencapai Rp 17 ribu. 

Inovasi ini mendapat perhatian Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bondowoso Drs H Sugiono Eksantoso MM. Pihaknya sangat mengapresiasi langkah inovasi tersebut. Harapannya lompatan inovasi itu, bisa turut serta mengangkat nama kabupaten. “Kami sudah menginventarisasi potensi. Selanjutnya minimal kami akan kenalkan ke tingkat Jawa Timur,” jelasnya.

H Sugiono bertekad akan mendorong SMK memiliki branding. Sehingga ada yang bisa dibanggakan. Dalam bidang pertanian, maka inovasinya harus bisa dibanggakan. Termasuk penanaman Melon Golden yang dibuat SMKN 1 Tlogosari ini sangat bagus. “Sekolah yang sudah melakukan inovasi, harus mendapat support. Baik support pemasaran sampai finansial. Termasuk guru-gurunya,” jelasnya. (riz)